JAKARTA – Penggagas gerakan Indonesia Mengajar dan Rektor
Universitas Paramadina, Anies Baswedan, meminta pemerintah juga
memperhatikan guru di samping menyusun kurikulum pendidikan baru untuk
murid.
“Yang perlu digarisbawahi, kurikulum baru ini
mensyaratkan kompetensi guru yang lebih baik karena beban ada di guru.
Menurut kurikulum baru ini, guru harus mengajarkan dengan cara berbeda,”
kata Anies kepada VIVAnews, Minggu (2/12).
Anies adalah salah
satu pihak yang dimintai masukan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan soal perubahan kurikulum pendidikan 2013. Anies menyatakan,
ia dan beberapa tokoh lain memberi masukan teknis mengenai
prinsip-prinsip dasar apa yang harus ada dalam kurikulum. “Namun kami
tidak terlibat dalam penyusunan kurikulum,” ujarnya.
Anies
pribadi lebih menekankan pada peningkatan kualitas guru ketimbang
perubahan kurikulum. “Ini karena ujung tombak ada pada guru. Apapun
muatan kurikulum yang diberikan pada murid, yang menyampaikan materi di
ruang kelas adalah guru. Jadi tanpa peningkatan kualitas guru, kurikulum
tak ada artinya,” kata Anies.
Wakil Presiden Boediono
sendiri, menurut Anies, sudah memberikan arahan pada Kemendikbud untuk
memperhatikan faktor guru. “Mengubah kurikulum tanpa mengubah kualitas
guru tak ada artinya,” ujar Anies.
Ia menegaskan, seorang murid menyukai pelajaran bukan karena bukunya, tapi karena gurunya.
Anies
mencontohkan, pelajaran matematika jadi menyenangkan jika gurunya
menyenangkan. “Meski bukunya sama, namun kecintaan murid pada suatu
pelajaran berbeda-beda. Jadi fokus pemerintah jangan hanya di hulu
(kurikulum), tapi juga di hilir (guru). Arahan Pak Boediono betul, harus
ada juga tim khusus untuk guru supaya seimbang,” kata Anies.ins
Sumber : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=e8d97e1f8b246ddcc7bdb56837749255&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c
Tidak ada komentar:
Posting Komentar